topbella

Minggu, 27 Mei 2012

rintisan jiwa


Menanjak naik dengan langkah semponyongan

Meraba sebuh kemungkinan

Dalam tatapan kosong

Dengan nyayian kunang-kunang



Melamun di ujung malam

Mengapai sunyi dan dingin’a

meraba sentuhan hati

dalam tangisan jiwa



menyerbu rintisan hati

memudarkan sebuah keinginan

menyayat setumpuk hati

dalam sebuah kemungkinan



menangis dengn tersedu-sedu

dalam tetesan darah

yang membeku

menghujam hati

tuk pergi dari’a

0 komentar:

Posting Komentar

About Me