Menanjak naik dengan langkah semponyongan
Meraba sebuh kemungkinan
Dalam tatapan kosong
Dengan nyayian kunang-kunang
Melamun di ujung malam
Mengapai sunyi dan dingin’a
meraba sentuhan hati
dalam tangisan jiwa
menyerbu rintisan hati
memudarkan sebuah keinginan
menyayat setumpuk hati
dalam sebuah kemungkinan
menangis dengn tersedu-sedu
dalam tetesan darah
yang membeku
menghujam hati
tuk pergi dari’a

0 komentar:
Posting Komentar